Tentang Kemerosotan Makna
by eckartsulaksono
Ternyata “redenominasi” indeks prestasi yang jelas-jelas berimbas pada remisi banyaknya SKS, sukses menjadikan mahasiswa kalab dan buta dalam mengemis SKS, dan semua itu kadang tidak lepas oleh rezim dosen yang bisa dibilang bejat. Lalu kelak pada akhirnya, sistem ini secara praktis akan mengocok-ocok paradigma fungsi mahasiswa sebagai abdi rakyat dengan ukuran-ukuran kesuksesan masa kini: IP empat, lulus secepat kilat, dapat kerja tidak berat; tanpa ada niatan berjuang bagi masyarakat.
Peliknya dunia perkuliahan (terutama teknik) ini sungguh membuat pikiran tentang perkuliahan menjadi teramat dangkal, sebatas mencari kerja dan kelak menghidupi keluarga. Terutama isu-isu ini telah menjadi stigma tetap pada kesejatian seorang mahasiswa. Mengutip 3 Idiot: “Janganlah mengejar kesuksesan, jadilah orang yang besar maka kesuksesan akan mengejarmu”. Nah, kata ‘mengejar’ tersebut adalah satu-satunya kata yang diamin-amini dan juga menjadi tolak ukur kemenangan, dan kata ‘jadilah’ (orang yang besar) adalah sesuatu yang tabu untuk disinggung, ibarat suami main serong.
Ya, semuanya tentu tergantung jaman, trend. Selama mind set masih sedalam mata kaki, mana bisa bangsa yang ‘besar’ ini menjadi lebih besar, mana bisa tanah-tanah merah rekah ini menjelma sabana dingin nan gerimis jika cita hanya tergantung pada bingkai-bingkai KRS.

ho’oh kart setuju.
(-.-)
haha tenane dab, aku ki ngeles IP njeplak wkwk
hahaha. . .
berarti ‘kebenaran yang terselip dalam pembenaran’
wakakaka
sama kat, aku bikin post mirip2 itu lah, hehehe
haha sip mbak \m/
[...] This post was mentioned on Twitter by Eckart Sulaksono, Eckart Sulaksono. Eckart Sulaksono said: Opini: Tentang Kemerosotan Makna #repost http://bit.ly/huRwmz [...]
[...] Dari tulisan Tentang Kemerosotan Makna, http://karaokeconsults.wordpress.com/2010/08/18/tentang-kemerosotan-makna/. [...]